Friday, December 30, 2005

satuan baru ?

salah seorang sahabat saya memberikan link mengenai referensi satuan baru diblognya:

Friday, December 23, 2005

BGP analysis

Hari ini setelah sekian lama tidak memeriksa bgpinpect nya ternyata skr sudah resmi direlease :-)

its very nice tool for bgp analysis :

Thursday, December 22, 2005

FWD: Python Creator Guido van Rossum now working at Google


Wah si Guido sekarang kerja untuk Google !



PF (packet filter) OpenBSD diporting ke win32 sehingga bisa run di Windows Env !

Wednesday, December 21, 2005

dimanakah F root dan I root server mirror Indonesia ?

sudah lama tidak memantauu F root dan I root.
saya traceroute dari server co-location di Jalawave:
> traceroute
traceroute to (, 64 hops max, 44 byte packets
1 ( 0.315 ms 0.409 ms 0.527 ms
2 ( 2.107 ms 4.035 ms 2.640 ms
3 ( 2.812 ms 4.564 ms 2.963 ms
4 ( 3.018 ms 27.596 ms 6.075 ms
5 ( 5.807 ms 3.934 ms 7.227 ms
6 ( 84.174 ms 197.697 ms 66.692 ms
7 ( 16.273 ms 75.213 ms 123.386 ms
8 ( 29.233 ms 13.654 ms 14.424 ms
9 ( 12.985 ms * *
10 ( 19.108 ms 14.730 ms 10.009 ms
11 ( 22.245 ms 51.734 ms 22.851 ms
12 ( 436.060 ms 542.829 ms 533.709 ms
13 ( 458.495 ms 417.171 ms 422.051 ms
14 * * *
15 ( 619.080 ms 661.207 ms 677.276 ms

> traceroute
traceroute to (, 64 hops max, 44 byte packets
1 ( 0.303 ms 0.282 ms 0.412 ms
2 ( 7.500 ms 2.853 ms 5.250 ms
3 ( 18.424 ms 2.337 ms 2.426 ms
4 ( 23.352 ms 2.239 ms 2.097 ms
5 ( 6.809 ms 7.791 ms 3.125 ms
6 ( 6.964 ms 20.684 ms 4.632 ms
7 ( 15.082 ms 17.354 ms 8.242 ms
8 ( 14.287 ms 12.809 ms 9.197 ms
9 ( 11.218 ms 20.514 ms 21.808 ms
10 ( 7.312 ms 9.893 ms 14.765 ms
11 ( 42.181 ms 29.334 ms 28.316 ms
12 ( 805.018 ms 706.079 ms 947.472 ms
13 ( 489.962 ms 509.809 ms *
14 ( 311.743 ms 343.156 ms 356.474 ms
15 ( 317.398 ms 306.346 ms 305.875 ms

katanya local node F dan I sudah ada di Indonesia tapi kenyataannya sekarang merujuk ke global node

BIND-9.3.2 release

Hari ini ISC me-release BIND-9.3.2:
Date: Wed, 21 Dec 2005 15:43:31 +1100
From: Mark Andrews
To: bind-announce at isc dot org
Subject: BIND 9.3.2 is now available.

BIND 9.3.2 is a maintenance release for BIND 9.3.

BIND 9.3.2 can be downloaded from

The PGP signature of the distribution is at

The signature was generated with the ISC public key, which is
available at .

A binary kit for Windows NT 4.0 and Windows 2000 is at

The PGP signature of the binary kit for Windows NT 4.0 and Windows 2000 is at

A list of changes made since 9.3.0 follows. For earlier changes,
see the file CHANGES in the distribution.


so guys, if you run BIND, please update your BIND !

press release TEIN2 Project

akhirnya keluar juga press release operasional TEIN2 project:

semoga ITB sukses dng TEIN2 Project !

Tuesday, December 20, 2005

xorp tutorial presentation

nice presentation from Mark Handley


yang saya bicarakan ini bukanlah planet beneran atau hotel planet yng sekarang lagi heboh dibongkar oleh pemkot Bandung melainkan sebuah feed aggregator :-)

rupanya ada juga planet FreeBSD : dan
masih banyak planet yang lain :-)



ZFS, filesystem dari SUN ini tampaknya sangat menjanjikan :-)
sehingga membuat Matt Dillon (DragonflyBSD Project) berjanji
akan segera mem-porting ZFS ke Dragonfly BSD (

Protecting SSH from known_hosts Address Harvesting


kayaknya perlu disubmit juga nih known_host server diseluruh itb :-)

OpenSSH cutting edge


The upcoming OpenSSH version 4.3 will add support for tunneling. What type of uses is this feature suited for?

Damien Miller: Reyk and Markus' new tunneling support allows you to make a real VPN using OpenSSH without the need for any additional software. This goes well beyond the TCP port forwarding that we have supported for years - each end of a ssh connection that uses the new tunnel support gets a tun(4) interface which can pass packets between them. This is similar to the type of VPN supported by OpenVPN or other SSL-VPN systems, only it runs over SSH. It is therefore really easy to set up and automatically inherit the ability to use all of the authentication schemes supported by SSH (password, public key, Kerberos, etc.)

The tunnel interfaces that form the endpoints of the tunnel can be configured as either a layer-3 or a layer-2 link. In layer-3 mode you can configure the tun(4) interfaces with IP or IPv6 addresses and route packets over them like any other interface - you could even run a dynamic routing protocol like OSPF over them if you were so inclined. In layer-2 mode, you can make them part of a bridge(4) group to bridge raw ethernet frames between the two ends.

A practical use of this might be securely linking back to your home network while connected to an untrusted wireless net, being able to send and receive ICMP pings and to use UDP based services like DNS.

Like any VPN system that uses a reliable transport like TCP, an OpenSSH's tunnel can alter packet delivery dynamics (e.g. a dropped transport packet will stall all tunnelled traffic), so it probably isn't so good for things like VOIP over a lossy network (use IPsec for that), but it is still very useful for most other things.

-----end cite------

keren euy, katanya bisa langsung buat "real VPN"

Friday, August 19, 2005

firefox crash

minggu ini firefox 1.0.6 di komputer ku dng OS Windows XP ku sering crash.
entah kenapa, sedangkan firefox 1.0.6 di notebook IBM ThinkPad ku dng OS FreeBSD baik-baik saja.
gimana ya ?

Thursday, August 04, 2005


Alhamdulillah telah lahir putra pertama dari saya, dikshie fauzie dan istri saya aLia asmara lesmana pada tanggal 7 bulan 7 tahun 2005 jam 7 malam kurang 5 menit di rumah sakit bersalin tedja Bandung. Putra pertama saya diberi nama Kanda Surya Pratama, mohon doa restu semua agar Kanda Surya Pratama menjadi anak yng shaleh berbakti kpd orang tua, bangsa, negara dan agama.
Acara akikah sudah dilaksanakan seminggu kemudian yaitu ada tgl 14 Juli 2005. terima kasih kepada teman saya: Affan Basalamah, Dodi Maryanto, dan Edo yng sudah datang.

Wednesday, June 15, 2005

lagi-lagi sack bikin panic 6.0-current

dicurigai sack_option () di FreeBSD-6.0-CURRENT bikin panic kernel.
berikut ini hasil kgdb:
GNU gdb 6.1.1 [FreeBSD]
Copyright 2004 Free Software Foundation, Inc.
GDB is free software, covered by the GNU General Public License, and you are
welcome to change it and/or distribute copies of it under certain conditions.
Type "show copying" to see the conditions.
There is absolutely no warranty for GDB. Type "show warranty" for details.
This GDB was configured as "i386-marcel-freebsd".
#0 doadump () at pcpu.h:165
in pcpu.h
(kgdb) bt
#0 doadump () at pcpu.h:165
#1 0xc0526110 in boot (howto=260) at /usr/src/sys/kern/kern_shutdown.c:397
#2 0xc05263bb in panic (fmt=0xc06dc69f "cur != NULL")
at /usr/src/sys/kern/kern_shutdown.c:553
#3 0xc05bd3ac in tcp_sack_option (tp=0xc2013000, th=0xd443eb14,
cp=0xc1af2056 "\005\nwF\212|wF\217\0017\0010\0012\0010\0010\0010\0011\0010\0013\0010\0010\0010\0010\0013\001d\0010\00
optlen=0) at /usr/src/sys/netinet/tcp_sack.c:478
#4 0xc05bb327 in tcp_dooptions (tp=0xc2013000, to=0xd443ec78,
cp=0xc1af2056 "\005\nwF\212|wF\217\0017\0010\0012\0010\0010\0010\0011\0010\0013\0010\0010\0010\0010\0013\001d\0010\00
cnt=10, is_syn=0, th=0xc1af2034) at /usr/src/sys/netinet/tcp_input.c:2647
#5 0xc05b8dfb in tcp_input (m=0xc1ad6600, off0=65800)
at /usr/src/sys/netinet/tcp_input.c:1085
#6 0xc05adcd5 in ip_input (m=0xc1ad6600)
at /usr/src/sys/netinet/ip_input.c:776
#7 0xc0597f42 in netisr_processqueue (ni=0xc0783318)
at /usr/src/sys/net/netisr.c:235
#8 0xc059812a in swi_net (dummy=0x0) at /usr/src/sys/net/netisr.c:348
#9 0xc0513940 in ithread_loop (arg=0xc19db180)
at /usr/src/sys/kern/kern_intr.c:546
#10 0xc0512dd4 in fork_exit (callout=0xc0513820 ,
arg=0xc19db180, frame=0xd443ed38) at /usr/src/sys/kern/kern_fork.c:789
#11 0xc0685e3c in fork_trampoline () at /usr/src/sys/i386/i386/exception.s:208
(kgdb) quit

si Kris Kenneway memberitahukan saya via milis -current katanya panic dimulai pada frame ke-3. Dia juga bilang kejadian ini mirip yng dia alami. Tapi Mohan Srinivasan (Yahoo! Inc) mengatakan kejadian ini sedikit berbeda dng yng dialami oleh Kris Kenneway.
Jadi aja gue mesti meng-upload vmcore.1 (550 MB) ke web server yang nanti vmcore.1 tersebut akan didownload dan dianalisis oleh Mohan Srinivasan juga oleh Demizu-san.

Thursday, June 09, 2005

menggendong mayat anak

minggu ini dapat berita/cerita soal seorang bapak pemulung bernama Supriono yng terpaksa menggendong mayat anak perempuannya di KRL karena tidak punya uang utk sewa ambulans dan utk biaya pemakaman :-(
Benar-benar berita yng menyesakkan dada !
dikutip dari url kompas


Supriono si penggendong mayat anaknya di KRL akhirnya ditemukan. Ia mengubur anaknya di Menteng Pulo.

Supriono alias Supri tertangkap basah tengah menggendong putrinya yang sudah jadi mayat, Nur Khaerunisa yang berusia 3 tahun, di Stasiun Tebet pada Minggu (5/6). Mayat itu dibungkus sarung, sementara mukanya ditutupi dengan kaus.

Kala itu, Supri berniat mengubur si kecil ke perkampungan pemulung di Bogor, dengan menumpang kereta rel listrik (KRL) karena tak punya duit untuk menyewa mobil jenazah. Pekerjaan Supri sebagai pemulung barang bekas dari kampung ke kampung tak memungkinkan untuk menyisakan duit.

Supri berikut mayat putrinya dan putra sulungnya, Muriski Saleh (6), dipaksa ke kantor Polsektro Tebet dan selanjutnya harus kembali ke RSCM untuk memastikan bahwa Khaerunisa bukan korban kejahatan. Supri menjelaskan bahwa anaknya itu meninggal di atas gerobak 07.00 karena muntaber. Supri hanya sekali mengobatkan Khaerunisa ke Puskesmas Setia Budi.

Karena itu ia ngotot menolak anaknya diautopsi. Akhirnya RSCM menyodorkan surat pernyataan yang harus ditandatangani Supri bahwa ia benar-benar menolak anaknya diautopsi.

Dengan bekal surat itu ia berniat menguburkan anaknya. Tapi belum tahu kemana. Hatinya ragu, karena waktu itu jarum jam menunjuk pukul 16.00. Terlalu sore untuk ke Bogor. Dan sejak itu pula, Warta Kota kehilangan jejak Supri.

Tiga hari tim Warta Kota menelusuri pangkalan pemulung dari Cikini hingga Manggarai. Perkampungan pemulung di Bogor plus beberapa stasiun juga dijelajah, tapi Supri tak ditemukan. Padahal, banyak pembaca Warta Kota berniat memberikan bantuan kemanusiaan buat Supri.

Berkat bantuan warga Manggarai, Jakarta Selatan, Supri akhirnya bisa ditemukan. Ia menumpang di rumah rumah petak di pinggiran Ciliwung milik Ibu Sri di Manggarai Utara IV, Tebet. Di sanalah, enam tahun lalu, Supri pernah mengontrak sebulan. Info bahwa Supri berada di sana disampaikan oleh salah seorang pelanggan Warta Kota, Ny Anna Purnomo.

Setahun lalu, Supri cabut dari Manggarai setelah berpisah dengan istrinya, Sariyem. Ia menggelandang sebagai pemulung bersama si kecil Nur Khaerunisa dan Muriski, dengan modal gerobak.

"Saya mangkal di depan Gereja (Isa Almasih) Cikini. Di sana ada halte. Kalau lagi hujan, gerobak saya bawa ke halte, biar anak-anak tidak kehujanan," kata Supri.

Keputusan Supri untuk pergi ke Manggarai muncul tiba-tiba. Sewaktu keluar dari kamar mayat RSCM sekitar pukul 16.10, Supri masih ingin melanjutkan perjalanan ke Bogor untuk mengubur anaknya, dengan menumpang KRL.

Supri berjalan dengan menggendong mayat anaknya, ditemani Muriski, ke Jalan Salemba tepatnya ke lampu merah di seberang St Carolus. Lama ia termenung karena sudah terlalu sore untuk ke Bogor. "Tiba-tiba terlintas dalam pikiran bahwa saya pernah tinggal di Manggarai. Saya putuskan ke Manggarai, minta tolong warga di sana untuk mengubur anak saya," katanya.

Ia lantas menyetop bajaj dan bayar Rp 5.000 untuk ke Manggarai. Supri, Muriski, dan mayat si kecil tiba di rumah Ibu Sri di Manggarai pukul 18.15. Rumah mungil itu hanya berjarak dua meter dari bibir Ciliwung. Dia lalu mengetuk pintu rumah yang terbuat dari kayu tersebut.

"Saat itu saya sedang mandi, tiba-tiba anak saya memanggil saya, katanya ada tamu. Ternyata Supri. Saat itu dia menggendong anaknya dengan kain sarung. Kepala anaknya ditutup kaus warna putih, sementara kakinya terjuntai. Dia bilang ke saya katanya ’bu tolong saya’. Karena saya kira dia butuh uang akhirnya saya bergegas mengambil uang," ujar Sri yang mengaku masih mengingat wajah Supri meski sudah setahun pindah dari rumahnya.

Ketika Sri hendak mengambil uang, tiba-tiba Supri mengatakan bahwa anak yang digendongnya telah meninggal. Sri kaget. Setelah berpikir sejenak, Sri memberitahu warga. Dengan cepat, warga berdatangan untuk mengurusi mayat bocah tersebut.

Bendera kuning tanda berkabung dipasang di sudut-sudut jalan. Sementara lapak penjualan motor di tepi Jalan Manggarai Utara VI disekat dengan kain untuk meletakkan jenazah Khaerunisa. Sebab, sudah terlalu malam untuk mengubur jenazah.

Warga RT 08/RW 01 berkumpul. Mereka berbagi tugas, sebagian meminta surat ke RW dan kelurahan untuk keperluan penguburan. Tapi tetek bengek administrasi baru kelar Senin (7/6) pagi.

"Sebagian mengurus jenazah seperti memandikan dan kasih kain kafan. Sedangkan biaya perizinan hingga penguburan jenazah didapat dari sumbangan sukarela dari warga sekitar yang bersimpati," ujar Jono, warga yang juga bekerja sebagai petugas memandikan mayat di kawasan tersebut.

Menurut Supriatna yang ikut mengurusi jenazah Khaerunisa, biaya yang dibutuhkan untuk penguburan jenazah Khaerunisa kurang lebih Rp 600.000. Biaya ke Dinas Pemakaman Rp 350.000 dan biaya lainnya semisal membeli kain kafan dan lain-lain sekitar Rp 250.000.

Setelah diinapkan semalam, jenazah Khaerunisa dimakamkan di taman pemakaman umum (TPU) Menteng Pulo Blok A5 di Jalan Casablanca, Pal Batu, Tebet, Senin (6/6). "Khaerunisa akhirnya bisa dikubut sekitar pukul 11.00," ujar Supriatna.

Dalam pemakaman itu, kakan Khaerunisa, Nuriski Saleh juga ikut serta. Semula Nuriski belum menyadari bahwa adiknya telah meninggal. Ketika dia melihat adiknya dimasukkan ke liang lahat, Nuriski bertanya kepada ayahnya, mengapa adiknya dikubur. "Nuriski baru tahu bahwa adiknya sudah meninggal setelah upacara pemakaman selesai. Saya baru bisa menjelaskan saat pemakaman itu," ujar Supri. (mur/pro)

Namun Alhamdulillah berkat berita Warta Kota banyak dermawan yng memberikan bantuan kepada pak Supri. Seperti saya kutip dari Kompas pada url:


DERITA Supriono mengarungi hidup di Jakarta hingga harus menggendong mayat anaknya ke sana ke mari mengundang simpati. Seorang ibu berkebangsaan Indonesia yang tingal di Melbourne, Australia, kemarin pagi menelepon Redaksi Warta Kota. Ia berniat mengirimkan sumbangan melalui jasa bank.

Karena kesulitan teknis, ia akhirnya berniat mengirim duit lewat rekannya yang tinggal di BSD, Serpong, Tangerang. "Paling lambat Kamis (9/6), moga-moga rekan saya sudah bisa mengirimkan bantuan ke Warta Kota," katanya.

Ibu yang menolak menyebutkan identitas itu mengetahui berita Supriono lewat internet. Awalnya ia menelepon Harian Kompas, lantas disarankan menelepon Warta Kota.

Berita tentang tragedi kemanusiaan ini pertama kali dimuat Warta Kota pada edisi Senin 6 Juni 2005 dengan tajuk "Gendong Mayat di KRL". Sejak itu pula, redaksi menerima telepon warga yang bersimpati maupun yang ingin memberikan sumbangan. Bahkan hingga kemarin, telepon belum berhenti mengalir.

Supriono dan anak sulungnya, Muriski Saleh (kakak almarhumah Nur Khaerunisa) kemarin bertandang ke Warta Kota, didampingi warga RT 08/01 Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Supriono menerima bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas Rp 2 juta, dari Warta Kota Rp 500.000, dan bantuan hasil saweran karyawan. Bantuan disampaikan oleh Pemimpin Umum Harian Warta Kota H Dedy Pristiwanto.

Beberapa dermawan juga berkesempatan bertelepon langsung dengan Supriono perihal bantuan lanjutan. Misalnya pengusaha yang menawarkan pekerjaan tetap buat Supri sehingga bisa melepaskan diri dari kegiatan memulung. Ny Diah dari perusahaan swasta menawarkan tanggungan pendidikan buat anak Supriono, Muriski. Supri pun beberapa menit menerima tawaran Ny Diah lewat telepon untuk menentukan hal-hal teknis bagi sekolah Muriski yang sudah berusia 6 tahun.

Keinginan sekolah yang sudah dipendam Mursiki sebentar lagi akan terwujud. Meski umurnya baru enam tahun, tetapi Mursiki sudah kelihatan pandai menggambar seperti gambar telur, menulis angka 1 dan 2. "Saya ingin punya seragam merah putih," katanya polos ketika ditanya Warta Kota.

Muriski juga ingin seperti anak-anak lain duduk di bangku kelas belajar bersama anak-anak lain. Selama ini, Muriski hanya bisa mengikuti ayahnya mendorong gerobak mencari botol-botol bekas air mineral. Dia tak pernah merasakan bagaimana cerianya bermain bersama sesamanya. Penderitaan Muriski sudah dijalaninya bertahun-tahun bersama almarhum adiknya. Siang hari dia ikut membantu ayahnya mencari barang bekas sedangkan malam harinya tidur di gerobak. (tig/tat)

port maintainer

akhirnya saya diberi amanah utk menjadi port maintainer:

skr saya lagi coba porting perl module Geography-Countries dan IP-Country sebagai modal utk porting dsc

Sunday, May 22, 2005

Sebentar lagi scamper masuk FreeBSD ports

berdasarkan send-pr yng saya buat yaitu ports/81186 dan hasil diskusi singkat dng Barner dan Mathew Luckie, dalam waktu dekan mudah-mudahan scamper bisa masuk FreeBSD ports tree.
link terkait:

cuplikan email:
----------------mulai cuplikan-------------------------------------------
Date: Fri, 20 May 2005 11:26:29 +0200
From: Simon Barner
To: Matthew Luckie
Cc: Dikshie

Matthew Luckie wrote:
> >I'd like to ask you, if ports/81186 should be closed, too, or if it's
> >okay to add the port to the FreeBSD ports collection.
> i've been sitting on a version of scamper much more recent than the one
> available on the website, in the hope that I'd have a paper published on
> the work first. but it is going to be 2 months before I hear about that.
> but the last thing i want to do is have a bunch of PRs open and then
> closed. the latest version of the code is much better, but it isn't
> without its flaws.
> the major flaw with this code, is that the PMTUD debugging code will
> only work with Ethernet cards; it bypasses the IP stack to write
> complete IPv4 and IPv6 packets using BPF so that the IP stack does not
> silently fragment them. also, it requires the gateway's mac address to
> be cached on the system, or it will silently fail on some of the more
> advanced techniques, as I haven't had time to implement arp properly yet.
> i was really hoping to be a maintainer on a scamper port; i developed
> this software on freebsd. the PLIST for the new version is the same at
> this time.


this is the reply Matthew send me when I asked him about the scamper
port (he is also in the recipient list of this email).

IMO if the original author of a software wants to be the FreeBSD
maintainer, then this wish should be respected, esp. in this case where
`scamper' is actively developed on FreeBSD.

> do you think it is ready to be a freebsd port? comments?

Yes, we have quite a lot of WIP software in the the tree, and since you
are actively developing the software, I see no reason why `scamper'
should not hit the ports collection. Of course, unless you object,

Having it in the ports collection would certainly prevent future PRs
that need to be closed (which might be quite discouraging for their

So, if both of you agree, I am ready to add a net/scamper port based on
the 20050516 snapshot.

---------------------------akhir cuplikan--------------------------------

New Port (on benchmarks category) of FreeBSD

ada yng bisa bantu saya gimana cara supaya:

bisa masuk ports tree FreeBSD :-)

Masih SOI-Asia

Prof Immamura masih mau ngasih kuliah Tsunami via SOI-Asia infrastructure tgl 22 Juni 2005. Sebenernya sih gue nunggui Koshimura-sensei yng katanya mau ngasih kuliah model numerik tsunami :-)
Setelah itu selama tiga hari berturut ada kuliah quantum computing 27,28,29 Juni 2005. Ini kayaknya bakal menarik banget.

see you !

Wednesday, February 16, 2005

SOI-Asia Special Lecture on Tsunami

SOI-Asia Project akan menyelenggarakan kuliah umum Tsunami Disaster.
Detail bisa dilihat di:

cvsup/update FreeBSD box

hampir tiap minggu gue mesti update freebsd box, pengennya update otomatis seperti tinderboxnya des at freebsd dot org

> uname -a
FreeBSD 6.0-CURRENT FreeBSD 6.0-CURRENT #1: Tue Feb 15 18:15:38 WIT 2005 i386

> uname -a
FreeBSD 5.3-STABLE FreeBSD 5.3-STABLE #1: Mon Feb 14 11:32:38 WIT 2005 i386

> uname -a
FreeBSD 5.3-STABLE FreeBSD 5.3-STABLE #4: Tue Feb 15 14:34:03 WIT 2005 i386

> uname -a
FreeBSD 5.3-STABLE FreeBSD 5.3-STABLE #2: Tue Feb 15 15:18:32 WIT 2005 i386

yng terakhir namanya aja padahal isinya FreeBSD-5.x :-))
update perlu dilakukan untuk menutup beberapa "kelemahan/bug" yang ada dan juga untuk "menambahkan" fitur baru


alhamdulillah minggu kemaren baru aja pengajian 4 bulan umur kehamilan istriku.
mohon doa restu semoga anak yng dikandung nantinya lahir dengan lancar dan selamat begitu juga dengan ibunya.
mohon doa restu juga semoga anak tsb nanti menjadi anak yng shaleh, pintar, berguna bagi bangsa dan negara Indonesia